Manfaat Membacakan Surat Al-Fatihah Untuk Orang Yang Sudah Meninggal

Imam Bukhari meriwayatkan sebuah peristiwa yang diceritakan dan dialami oleh sahabat Nabi, Abu Sa’id Al-Khudri. Singkat cerita, sekelompok sahabat Nabi saw. berkunjung ke sebuah perkampungan dan menemukan pemuka kampung itu sedang luka parah. Salah seorang di antara sahabat Nabi membacakan surah Al-Fatihah. Yang bersangkutan merasakan kesembuhan dan sekelompok sahabat Nabi itu pun diberi “upah berupa tiga puluh ekor kambing dan disuguhi susu. Hal ini kemudian disampaikan kepada Rasulullah saw. dan beliau bersabda, “Dari mana dia mengetahui bahwa (surah Al-Fatihah) itu merupakan doa penyembuhan? (Ia memang demikian). Bagilah kambing-kambing itu dan beri aku sebagian.”

Ada sedemikian banyak keutamaan (fadhilat) surah Al-Fatihah, sampai-sampai dinyatakan dalam sebuah riwayat bahwa pahala membaca surah Al-Fatihah adalah “sebagaimana niat pembacanya”.

Seseorang yang membaca surah Al-Fatihah untuk orang yang meninggal biasanya mengajukan permohonan pengampunan dan ganjaran bagi orang yang didoakan. Continue reading

Puasa Mengasah Aneka Kecerdasan

Oleh: Prof. Dr. KH. M. Quraish Shihab

Puasa bermula dengan tidak makan, tidak minum, dan tidak bercampur dengan pasangan sejak terbit hingga terbenamnya matahari. Tetapi, ia seharusnya berakhir dengan tecerminnya semua sifat Allah―kecuali sifat Ketuhanan-Nya―dalam kepribadian seseorang karena berpuasa adalah upaya meneladani sifat-sifat Tuhan sesuai dengan kemampuan manusia sebagai makhluk.

Dengan sifat-Nya ar-Rahmân (Pelimpah kasih bagi seluruh makhluk dalam kehidupan dunia ini) yang berpuasa melatih diri memberi kasih kepada semua makhluk, tanpa kecuali. Dengan sifat-Nya ar-Rahîm (Pelimpah rahmat di hari kemudian) ia memberi kasih kepada saudara-saudara seiman dan meyakini bahwa tiada kebahagiaan, kecuali bila rahmat-Nya yang di hari akhir itu dapat diraih. Dengan sifat al-Quddûs (Mahasuci) yang berpuasa menyucikan diri―lahir dan batin―serta mengembangkan diri sehingga selalu berpenampilan indah, baik, dan benar. Dengan meneladani sifat-Nya al-‘Afuw (Maha Pemaaf) seseorang akan selalu bersedia memberi maaf, sedang dengan meneladani sifat al-Karîm (Maha Pemurah) seseorang akan menjadi sangat dermawan, demikian seterusnya.

Dengan upaya meneladani sifat-sifat Tuhan, seorang yang berpuasa melatih dan mendidik dirinya untuk meraih aneka kecerdasan, melalui potensi–potensi yang dianugerahkan Allah kepadanya. Ia adalah kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional. Continue reading

Mahfud MD Mimpikan Muktamar NU Seperti Era Hadratussyaikh

Jakarta, NU Online
Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Moh Mahfud MD mengaku sering membayangkan Muktamar NU mendatang seperti pada era Hadratusysyaikh KH Hasyim Asy’ari dan generasi sesudahnya, serta beberapa generasi setelah itu.

“Mereka kan tidak pernah pada rebutan,” ujar mantan ketua Mahkamah Konstitusi ini di hadapan peserta diskusi bulanan bertema “Menyongsong Satu Abad Nahdlatul Ulama: Muktamar Bersih” yang digelar MMD Initiative di Hotel Sofyan Cikini Jakarta, Senin (30/03) malam.

Meski demikian, Mahfud menilai persaingan dalam muktamar sah-sah saja. “Sekarang, tentu bersaing itu boleh tetapi tentunya tidak dalam konteks menjadikan NU itu sebagai kendaraan politik, tetapi sebagai kendaraan untuk memperjuangkan nilai-nilai dasar Ke-NU-an. Sesuai dengan dasar NU itu sendiri,” tegasnya.
Continue reading