Pacitan – Salah seorang calon Bupati Pacitan Brigadir Jenderal Azis Ahmadi mengatakan pemenang pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, adalah kelompok golongan putih (golput).

“Secara umum pelaksanaan Pilkada Pacitan berjalan sangat kondusif, aman dan lancar, namun pemenangnya ternyata masih golput,” kata Calon Bupati Pacitan nomor urut 2 yang diusung PDIP dan Partai Golkar itu, Selasa.

Petinggi TNI AD asal Arjosari yang kini juga menjabat sebagai Ketua Paguyupan Warga Pacitan (PWP) Se-Jabodetabek tersebut mengisyaratkan, angka golput dalam Pilkada Pacitan jauh lebih tinggi dari perkiraan KPU maupun hasil perhitungan suara versi desk pilkada.

Jika KPU memprediksi ketidakhadiran pemilih mencapai kisaran 25-30 persen, sementara hasil perhitungan desk pilkada menyebut jumlah partisipasi politik warga Pacitan hanya 63,89 persen (ketidakhadiran 36,11 persen), maka Azis menyebut angka golput mencapai 45 persen.

Besarnya angka ketidakhadiran pemilih dalam pilkada tersebut menurut Azis menjadi perhatian tersendiri bagi tim pemenangan Aziz Ahmadi-Mardiyanto (ASMAR) yang didukung PDIP-Golkar.

“Rendahnya partisipasi politik masyarakat akan mempengaruhi legalitas pilkada, meski secara formal yuridis tetap dibenarkan oleh undang-undang. Kendatipun dibenarkan oleh undang-undang, akan sangat berpengaruh pada legalitas (hasil pilkada),” kata Azis.

Terkait penyebab tingginya golput, jenderal bintang satu ini hanya menyebut sejumlah variabel yang mungkin mempengaruhi, mulai dari faktor geografis, jarak TPS yang terlalu jauh, masalah kesadaran yang rendah, sosialisasi kurang, hingga kemungkinan adanya intimidasi terhadap pemilih.

Sumber: http://www.antarajatim.com/lihat/berita/51206/brigjen-aziz-pemenang-pilkada-pacitan-masih-golput