Manfaat Membacakan Surat Al-Fatihah Untuk Orang Yang Sudah Meninggal

Imam Bukhari meriwayatkan sebuah peristiwa yang diceritakan dan dialami oleh sahabat Nabi, Abu Sa’id Al-Khudri. Singkat cerita, sekelompok sahabat Nabi saw. berkunjung ke sebuah perkampungan dan menemukan pemuka kampung itu sedang luka parah. Salah seorang di antara sahabat Nabi membacakan surah Al-Fatihah. Yang bersangkutan merasakan kesembuhan dan sekelompok sahabat Nabi itu pun diberi “upah berupa tiga puluh ekor kambing dan disuguhi susu. Hal ini kemudian disampaikan kepada Rasulullah saw. dan beliau bersabda, “Dari mana dia mengetahui bahwa (surah Al-Fatihah) itu merupakan doa penyembuhan? (Ia memang demikian). Bagilah kambing-kambing itu dan beri aku sebagian.”

Ada sedemikian banyak keutamaan (fadhilat) surah Al-Fatihah, sampai-sampai dinyatakan dalam sebuah riwayat bahwa pahala membaca surah Al-Fatihah adalah “sebagaimana niat pembacanya”.

Seseorang yang membaca surah Al-Fatihah untuk orang yang meninggal biasanya mengajukan permohonan pengampunan dan ganjaran bagi orang yang didoakan. Al-Qur’an memerintahkan kita untuk mendoakan orang-orang yang telah meninggal dunia dan bahkan mengajarkan teks doa itu (baca QS. Al-Hasyr [59]: 10) dan mengajarkan bagaimana mengakhiri sebuah doa sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, … Akhir doa mereka adalah “Alhamdulillah Rabb al-‘alamin” (QS. Yunus [10]: 10).

Ayat ini dan semacamnya berikut hadits-hadits di atas dan semacamnya mengantarkan banyak ulama berdoa dan mengakhiri doanya dengan membaca alhamdulillah Rabb al-‘alamin secara sempurna, yakni dengan membaca surah Al-Fatihah.

Anda benar bahwa surah Al-Fatihah dibaca sebagai ibadah. Akan tetapi, berdoa untuk orang yang meninggal pun ibadah. Anda benar juga bahwa surah Al-Fatihah dibutuhkan oleh orang yang hidup. Tetapi, mengakhiri doa sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya juga dibutuhkan oleh orang yang telah meningggal dunia.

[M. Quraish Shihab, Dewan Pakar Pusat Studi al-Qur’an]

Disalin dari: alifmagz.com

Komentar