PACITAN – Cabor angkat besi mampu menjadi andalan Pacitan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porporv) Jawa Timur ke-3/2011 di Kediri. Atlet angkat besi (lifter) Diki Permana menyumbangkan 3 emas bagi kontingen Kota 1001 Goa itu. “Diki meraih tiga emas untuk beberapa kelas lomba.” kata Wakil Ketua Kontingen Masruri Abd. Ghoni kemarin (20/7).

Satu keping medali emas juga disumbangkan atlet catur beregu putri. Pacitan juga mengoleksi empat perak dari cabor sepak takraw putra, tolak peluru dan catur. Sedangkan tujuh medali perunggu berhasil dikumpulkan dari sepak takraw putri, gulat putra, catur putri, lempar lembing, dan tiga lainnya dari cabor angkat besi putri.

Prestasi itu mengerek posisi Pacitan di 10 besar daftar peraih medali. Bahkan, raihan itu sudah melebihi target kontingen. “Malah over-target.” tutur Masruri.

Dalam Porprov kali ini, ada 26 Cabor yang dilombakan. Namun 52 atlet Pacitan hanya turun di 9 Cabor. Yakni angkat besi, gulat, atletik, tenis meja, bidge, panjat tebing, sepak takraw dan bulutangkis.

Masruri menambahkan, pada Porprov 2007 lalu, atlet-atlet Pacitan hanya dapat perunggu. Namun, Porprov 2009 koleksi medali bertambah empat perak dan satu perunggu hingga berada di peringkat 28 dari 38 kontingen kabupaten/kota se-Jatim. “Tahun ini sangat menggembirakan prestasinya. Bisa masuk sepuluh besar dan dapat medali emas” jelasnya.

Sumber: Jawa Pos



Jakarta – Presiden SBY diminta fokus pada tugasnya sebagai Presiden Republik Indonesia bukan sebagai Ketua Dewan Pembina PD. Sehingga pemerintahan dapat berjalan efektif demi kesejahteraan rakyat.

“Saya melihat bahwa sebenarnya Pak SBY seharusnya konsentrasi meningkatkan prestasi di bidang pemerintahan. Momen ekonomi yang bagus dan indikasi ekonomi yang menunjukkan perbaikan jangan disia-siakan,” ujar Wakil Ketua DPR, Pramono Anung.

Hal ini disampaikan Pramono kepada detikcom, Rabu (13/7/2011).

Pramono menyayangkan konsentrasi SBY seakan pudar ditengah konflik internal PD. Padahal masih banyak Kementerian yang perlu dibenahi kinerjanya.

“Disayangkan momentum baik ini hilang karena kontraproduktif masalah internal PD, Saya tidak mengomentari internal PD karena itu tidak etis. Namun sebagai politisi saya mendorong Pak SBY untuk betul-betul memberikan warisan kepada bangsa ini yakni ekonomi yang lebih baik. Demokrasi yang sehat ini menjadi kesempatan yang luar biasa,”keluh politisi senior PDIP ini.

Karena itu Pramono menyarankan SBY untuk tidak sibuk dengan persoalan internal PD. Mempercayakan sepenuhnya kepada DPP PD dan fokus menyusun program pro rakyat. baca selanjutnya…



Jakarta – Sejak ledakan bom terjadi di Pondok Pesantren milik Umar Bin Khattab di NTB, Senin (11/7) lalu, hingga kini polisi masih belum diperbolehkan masuk. Namun pihak kepolisian terus melakukan negosiasi dengan pengurus Ponpes tersebut.

“Kami tengah mengupayakan negosisasi agar polisi bisa melakukan penertiban di tempat yang diduga terjadi peledakan. Tentunya kita berharap pihak pesantren bisa kooperatif,” kata Kabagpenum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar kepada detikcom, Selasa (12/7/2011) malam.

Belum diketahui alasan mengapa pihak pesantren tidak mengizinkan polisi masuk ke Ponpes yang terletak di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini. Padahal ledakan tersebut telah menewaskan bendahara pesantren yang bernama Firdaus.

“Kami terus berharap negosiasi ini berhasil sehingga petugas bisa melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Boy menambahkan pihaknya belum akan melakukan upaya paksa agar petugas bisa memasuki lokasi ledakan. Menurutnya, masih akan terus dilakukan negosiasi hingga ada perkembangan selanjutnya.

“Belum ada upaya paksa, malam ini masih terus negosiasi. Kita lihat saja dulu perkembangan yang ada,” imbuh Boy.

Ledakan bom itu sendiri terjadi sekitar pukul 15.30 Wita pada Senin (11/7). Ledakan itu terjadi di sebuah ruangan di dalam area Ponpes.

Sumber: detiknews.com


RCB FM Radionya Pacitan