Pajak Dan Hikmah Puasa

Jakarta Bulan Ramadhan telah tiba, dan saatnya bagi kaum muslim untuk menjalankan kewajiban ibadah puasa. Banyak sekali hikmah yang dapat diambil dari ibadah puasa. Salah satu hikmah puasa adalah membangun kepedulian sosial dan empati terhadap sesama. Dengan puasa, seseorang diajak merasakan kelaparan, kesusahan dan penderitaan kelompok fakir miskin di sekitarnya. Selanjutnya diharapkan timbul solidaritas sosial memikirkan nasib dan membantu meringankan penderitaan mereka.

Puasa pada bulan Ramadhan juga mengajak kaum muslim untuk mengembangkan empati terhadap mereka yang kurang beruntung secara ekonomi. Dengan puasa kita dapat merasakan beban yang yang dirasakan mereka yang tidak mampu. Oleh karena itu di bulan Ramadhan, umat islam diwajibkan membayarkan zakat fitrah dan zakat mal. Jadi dengan kata lain semangat puasa adalah mendorong adanya pemerataan kesejahteraan.

Keselarasan Pajak dalam Kewajiban untuk Beramal
Agama mengajarkan kepada manusia untuk tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa. Menyisihkan sebagian harta yang kita miliki untuk kemudian diberikan kepada mereka yang miskin atau yang membutuhkan adalah salah satu bentuknya. Ajaran agama membedakan dalam beberapa tingkatan ibadah dari yang wajib hingga ke sunah (tidak wajib), namun semua memiliki tujuan yang sama yaitu untuk pemerataan kesejahteraan.

Pajak juga mendukung pemerataan kesejahteraan di masyarakat. KH Masdar Farid Mas’udi menyatakan bahwa pajak merupakan bentuk aktualisasi strategis dari sedekah alias kesetiakawanan sejati bagi sesama, terutama yang lemah, apa pun agama/keyakinan dan warna kulitnya. Dalam pandangan KH Masdar Farid Mas’udi Continue reading “Pajak Dan Hikmah Puasa”